Notification

×

Iklan

Iklan

Ritual Rai Fohon, Tradisi Syukuran Hasil Panen Padi oleh Suku Babotuk

Sabtu, 01 Juli 2023 | 8:26 AM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-07-01T00:26:19Z

 

Ritual Rai Fohon Tradisi Syukuran Hasil Panen Padi oleh Suku Babotuk.
Timorexotic.com|| Rai Fohon, yang artinya makan hasil panen baru, merupakan sebuah ritual adat yang diadakan setiap tahun oleh suku Babotuk di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasi Feto Barat, Kabupaten Belu,NTT.

Ritual ini dilakukan pada bulan Juli atau Agustus setelah panen padi dilakukan, sesuai dengan kesepakatan bersama para orang tua atau pemimpin suku Babotuk.


Ritual Rai Fohon atau syukuran hasil panen padi baru didasarkan pada keyakinan bersama terhadap hal-hal spiritual yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat setempat. Ritual ini telah diyakini secara turun-temurun memiliki peran yang besar dalam kehidupan masyarakat suku Babotuk.


Salah satu sarana upacara Rai Fohon adalah membawa hasil panen padi baru sebagai persembahan kepada leluhur. Selain itu, juga diwajibkan membawa ayam jantan dan betina, yang harus merupakan ayam kampung. Ayam-ayam ini digunakan untuk melihat ususnya, karena diyakini bahwa hal tersebut merupakan pertanda baik atau buruk bagi kehidupan anggota suku Babotuk di masa depan.


Ritual Rai Fohon dipimpin langsung oleh kepala suku Babotuk, Bartolomeus Lein, karena ia mengetahui prosesi dan mekanisme ritual ini. Ritual Rai Fohon juga berkaitan dengan pergantian kepemimpinan keluarga dari kepala suku tersebut.


Prosesi Rai Fohon dihadiri oleh seluruh anggota suku Babotuk, di mana pun mereka berada, serta suku-suku terkait. Tujuan utama dari upacara Rai Fohon adalah untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan (Maromak), Leluhur (Ama no bein), dan alam karena memberikan kelimpahan hasil panen. Suku Babotuk meyakini bahwa segala rejeki yang mereka terima adalah anugerah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Sang Pencipta, sehingga patut disyukuri melalui doa dan persembahan kepada leluhur yang diyakini.


Selain sebagai ungkapan syukur, ritual Rai Fohon juga memiliki makna mengambil kekuatan dari leluhur. Ritual ini diakhiri dengan prosesi Kaba, di mana beberapa bagian tubuh seperti testa, dada, kedua telapak tangan, dan dua telapak kaki diberi tanda. Hanya orang tua kepada anak atau orang yang lebih tua yang diperbolehkan melakukan tanda ini.


Selain beberapa tujuan yang disebutkan sebelumnya, Rai Fohon juga memiliki makna dalam membuang sial. Hal ini dilakukan melalui prosesi Kaba yang kemudian sial dibuang ke arah matahari terbenam.


Ritual Rai Fohon merupakan sebuah tradisi yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan, kepercayaan, dan penghormatan terhadap leluhur dan alam. Upacara ini menjadi momen penting bagi suku Babotuk untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual dalam komunitas mereka. Selain itu, ritual ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk merayakan hasil panen yang melimpah dan bersyukur atas rezeki yang diberikan.

Ritual Rai Fohon memiliki tahapan-tahapan yang dijalani dengan penuh kesungguhan dan khidmat. Sebelum upacara dimulai, persiapan dilakukan dengan seksama. Hasil panen padi baru dipilih yang terbaik sebagai persembahan kepada leluhur. Ayam kampung yang sehat dipersiapkan untuk dijadikan simbol kehidupan yang akan dinilai melalui pemeriksaan ususnya.


Pada hari yang ditentukan, seluruh anggota suku Babotuk berkumpul di tempat yang telah ditetapkan. Kepala suku memimpin prosesi dengan penuh hikmat dan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Mereka membawa padi baru, ayam-ayam persembahan, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan dalam upacara.


Ritual Rai Fohon dimulai dengan doa dan nyanyian yang dipimpin oleh pemuka adat. Seluruh peserta bergabung dalam doa bersama, memohon berkah dan keselamatan bagi suku Babotuk serta ucapan syukur atas hasil panen yang berlimpah. Doa juga ditujukan kepada leluhur sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu.


Setelah doa selesai, saatnya dilakukan proses pemeriksaan usus ayam sebagai pertanda baik atau buruknya kehidupan anggota suku Babotuk ke depannya. Pemeriksaan ini dilakukan oleh orang-orang tua kepada anak-anak atau orang yang lebih tua. Hasil pemeriksaan usus akan diinterpretasikan dan menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan berikutnya.


Selanjutnya, ritual Rai Fohon dilanjutkan dengan prosesi Kaba. Bagian-bagian tubuh yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu testa, dada, kedua telapak tangan, dan dua telapak kaki, diberi tanda. Tanda ini memiliki makna sebagai pengambilan kekuatan dari leluhur dan penyucian diri dari sial atau energi negatif. Setelah ditandai, sisa tanda-tanda tersebut dibuang ke arah matahari terbenam, sebagai simbol pemisahan dari hal-hal buruk dan harapan akan masa depan yang lebih baik.


Ritual Rai Fohon tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi syukur dan penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ikatan sosial antara anggota suku Babotuk. Upacara ini menjadi momen yang mengumpulkan seluruh komunitas untuk berbagi kegembiraan dan kebersamaan.


Ritual ini juga memberikan pengajaran tentang pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam dan kekuatan spiritual yang diyakini oleh suku Babotuk.


Penulis : Oni Lalian
Editor   : Nixon Tae


×
Berita Terbaru Update