Notification

×

Iklan

Iklan

Alor: Wisata Alam, Religi, dan Budaya yang Memikat di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 17 Mei 2023 | 8:08 AM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-05-17T00:08:19Z

 

Alor,Timorexotic.com|| Kabupaten Alor merupakan salah satu kabupaten yang memiliki keunikan dan daya tarik pariwisata tersendiri di Indonesia. Dengan berbagai jenis wisata yang ditawarkan, seperti wisata alam, wisata religi, dan wisata budaya, Alor mampu menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Meskipun terjadi pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Alor tetap mampu menumbuhkan kembali minat wisatawan untuk berkunjung ke pulau ini.

“Alor merupakan Kabupaten yang memiliki keunikan dan daya tarik pariwisata tersendiri mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata budaya yang menawarkan keindahan tersendiri bagi wisatawan. Meskipun dalam dua tahun terakhir kita diperhadapkan dengan pandemi covid-19 namun dengan potensi pariwisata yang dimiliki, Kabupaten Alor mampu menumbuhkan kembali minat wisatawan untuk berkunjung di Pulau ini.”

Demikian diungkapkan Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, MAP,  saat menjadi narasumber Talk Show Radio pada Selasa, 16 Mei 2023 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Talk Show Radio dari Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor, dengan Tema : “Memperkuat Kolaborasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Alor dalam mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory”.


Dalam Talk Show Radio yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Alor, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.AP, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan kebijakan daerah melalui Peraturan Daerah Kabupaten Alor Nomor 11 tahun 2010 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Alor Tahun 2010-2030. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Alor.

Kegiatan ini menghadirkan tiga orang narasumber, masing-masing : Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi NTT diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparekraf Provinsi NTT, Drs. Thobias A. Messakh, M.Si, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo,  MAP dan Drs. Yulius Mantaon selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor, dengan Moderator :  Penyiar LPPL, Radio Alor, Bendelina Sailana.


Salah satu narasumber lainnya, Kepala Bidang Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparekraf Provinsi NTT, Drs. Thobias A. Messakh, M.Si, menyampaikan bahwa Kabupaten Alor memiliki 39 Daya Tarik Wisata (DTW), termasuk wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata unggulan di Alor adalah terumbu karang yang mendukung wisata selam yang juga diiringi dengan wisata budaya. Untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan, diperlukan pemenuhan kelengkapan komponen 5A Pariwisata, yaitu atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas, dan awareness.


Dalam mendukung pengembangan pariwisata, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor, Drs. Yulius Mantaon, menyatakan dukungannya terhadap program-program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Alor melalui kebijakan dan peraturan. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap empat elemen dalam pembangunan pariwisata, yaitu pemandangan, akomodasi, keamanan, dan oleh-oleh.


Pembangunan pariwisata di Kabupaten Alor tidak hanya menjadi kebanggaan semata, tetapi juga harus berkelanjutan. Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.AP, mengajak seluruh masyarakat di Alor untuk turut berpartisipasi dalam pengerakan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan sektor pariwisata.

Diakhir dari talkshow radio tersebut masing-masing narasumber menyampaikan harapannya dalam peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

“Pembangunan pariwisata di Kabupaten Alor dengan penerapan 4S diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli masyarakat yang turut berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.” tegas Yulius Mantaon.

Selanjutnya Drs. Thobias A. Messakh, M.Si menyatakan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Alor terus membangun kolaborasi dalam skala pentaheliks, peningkatan potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Alor serta membangun branding pariwisata bagi Alor serta penyiapan SDM Parekraf yang memberikan pelayanan professional kepada wisatawan.

“Pariwisata di Kabupaten Alor bukan hanya sekedar kebanggaan belaka namun harus dilaksanakan pembangunan yang keberlanjutan.” jelas Amon Djobo.

Orang Nomor Satu di Kabupaten  Alor ini mengajak seluruh masyarakat yang ada diwilayahnya untuk turut berpartisipasi menjadi pengerak pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.*

Editor: Nixon Tae


×
Berita Terbaru Update