Notification

×

Iklan

Iklan

Unwira Terjunkan 16 Mahasiswa KKN di Desa Dualaus, Penguatan Ekonomi Dalam Menghadapi Inflasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 3:23 PM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-01-20T07:35:06Z
16 Mahasiswa Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang bersama Pemerintah Desa Dualaus. 

Belu,Timorexotic.com|| Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang sebanyak 16 orang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNT-PPM) dengan program Penguatan Ekonomi Dalam Menghadapi Inflasi di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. 


Para Mahasiswa-mahasiswi Unwira itu disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kamis,19/01/23.


Pemerintah Desa Dualaus yang diwakili Kenet Umkeketoni selaku Sekdes mengucapkan selamat datang bagi para Mahasiswa-mahasiswi yang telah memilih Desa Dualaus untuk belajar bersama masyarakat. 


Ia juga menyampaikan bagi mahasiswa untuk tetap menjaga nama baik universitas, sebab adanya perjalanan mahasiswa lakukan KKN tidak berjalan sendiri melainkan memiliki payung besar seperti Unwira yang selalu menjadi pedoman bagi para mahasiswa yang melakukan KKN. Ucapan penyambutan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Desa Dualaus yang juga salah satu alumni dari Unwira angkatan tahun 2015.


Pada kesempatan yang sama disampaikan Moses Dosantos selaku Penjabat Desa Lakafehan menyampaikan bahwa, dengan adanya kehadiran para mahasiswa yang melakukan KKN bisa dapat membantu pemerintah desa dan masyarakat demi perkembangan Desa Dualaus dan Desa Persiapan Lakafehan. 


"Mahasiswa tidak saja melaksanakan kegiatan KKN mereka di Desa Dualaus tetapi merangkul juga Desa Persiapan Lakafehan, masih banyak kekurangan yang harus dibantu, maka mungkin ada ide cemerlang yang dimiliki adik-adik bisa terapkan untuk perkembangan desa, mari kita bekerjasama saling bahu-membahu," pinta Moses. 


Lebih lanjut disampaikan salah satu dosen pembimbing lapangan Inosensio Satu,M.Ikom menuturkan, Kuliah Kerja Nyata Tematik - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNT-PPM) tersebut merupakan bukti dari Universitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat. Oleh sebab itu sekitar enam ratusan Mahasiswa-mahasiswi diterjunkan di dataran Pulau Timor untuk melakukan kuliah kerja nyata. 


"Pada prinsipnya laboratorium kampus itu adalah masyarakat, oleh karena itu anak-anak punya kewajiban untuk mengaplikasikan apa yang telah diperoleh selama berada di bangku pendidikan sembari di sesuaikan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat," pungkas Inosensio. 


Disampaikannya, fokus utama pihak universitas adalah berkontribusi terhadap desa dengan besik keilmuan yang dimiliki masing-masing."Harapan kami adalah selama 30 hari (1 bulan) apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa di desa ini sebagai buah dari pada tanggung jawab mereka kepada masyarakat, karena pada prinsipnya mereka akan kembali ke masyarakat maka momen ini sebagai tempat mereka belajar," ucapnya. 


Sebagai dosen pembimbing lapangan Inosensio Satu juga meminta agar pemerintah desa dan masyarakat setempat bisa bekerja sama dengan para mahasiswa KKN dengan membantu memberikan masukan serta ilmu praktis yang tidak didapatkan oleh mahasiswa di bangku kuliah. 


"Kesempatan ini sebagai momen mereka menimba ilmu sebanyak-banyaknya, maka kami titipkan anak-anak untuk Bapak dan Ibu, jika ada kekurangan mohon bantuannya untuk bisa memberikan masukan bagi mereka agar bisa kembali membawa ilmu baru dari desa," harap Inosensio. 


Untuk diketahui penduduk di Desa Dualaus sebanyak 1.875 jiwa, total kepala keluarga 1.425, terdapat 6 Dusun, 8 RW, 16 RT. Karena banyaknya penduduk dan jangkauan wilayahnya begitu luas maka Desa Dualaus lakukan pemekaran desa yang bernama Desa Lakafehan.

Penulis : Nixon Tae 

×
Berita Terbaru Update