Notification

×

Iklan

Iklan

Badan Khusus PBB Beri Bantuan Untuk Pembinaan Ribuan Petani Muda

Rabu, 16 November 2022 | 7:24 AM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-01-12T17:54:30Z

Subang, Timorexotik.com|| Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar, yang memperoleh mandat mendorong Pengembangan Petani Muda Indonesia bersama Kementerian Pertanian RI melalui gerakan petani milenial, menyampaikan rasa terimakasih mewakili Presiden RI kepada badan khusus PBB yang bekerja membantu sektor Pertanian di daerah-daerah rural, yakni IFAD (International Fund for Agricultural Development), atas bantuan pembinaan ribuan petani muda melalui Program yang disebut dengan: “YESS”. 

Momen tersebut terjadi saat kunjungan Presiden IFAD: Alvaro Lario, ke Indonesia dan bersama-sama dengan Kepala Pusat Pendidikan Kementerian Pertanian RI, Dr. Idha Widi Arsanti, di wilayah pertanian yang dikelola oleh para petani muda Binaan Kementan tersebut di Subang (14/11/22). Billy juga menyampaikan terimakasih kepada Badan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian RI, yang selama ini aktif mendukung visi Jokowi dalam rangka mencapai ketahanan pangan Indonesia, melalui peyiapan SDM muda dalam bidang pertanian.

“Saya aktif menyampaikan program kemitraan IFAD bersama dengan Kementerian Pertanian RI selama ini, dan Presiden Jokowi mendukung, bahkan juga menyampaikan apresiasi atas program bantuan terhadap petani muda Indonesia. Beliau bahkan juga sempat mengunjungi lahan binaan Petani Milenial bersama Menteri Pertanian RI tahun lalu”, Ujar Staf Khusus Presiden RI asal Papua ini.

Adapun Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) adalah program kemitraan Indonesia melalui Kementerian Pertanian RI, dan IFAD, dalam rangka melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian. Salah satu upaya memfasilitasi kreativitas generasi milenial untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian. Program ini dibiayai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) sebesar kurang lebih 55,3 juta dollar AS digelontorkan IFAD untuk program selama 6 tahun program berjalan (2019-2025).

Target yang akan dicapai selama 6 tahun program ini adalah 320.000 generasi muda di perdesaan, dan hingga tahun 2025 dan sejak 2020 hingga 2022 terkait ini sudah ada 35,288 peserta. Penerima hibah kompetitif adaah sebanyak 1,015 dan jumlah Peserta pemagangan di berbagai institusi adalah sebanyak 755 petani.

 

Dengan indikator utama kegiatan. Pertama, 32.500 orang memperoleh pekerjaan di sektor berbasis pertanian. Kedua, 33.500 orang pedesaan meningkat pendapatannya. Ketiga, 50.600 orang mengembangkan usaha dibidang pertanian. Keempat, 100.000 orang mampu menggunakan jasa keuangan, 4.300 diantaranya rumah tangga migran muda. Kelima, 120.000 pemuda memperoleh pendidikan keuangan.

“Saya mendengar kabar bahagia, bahwa Program ini akan diluncurkan juga di Indonesia Timur, tentunya termasuk Papua dan Papua Barat, dengan target 5000 petani muda. Kementan akan mulai dari Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong, lalu bergeser ke Provinsi lain. Ini akan saya sampaikan ke Presiden. Program ini akan sangat membawa perubahan bagi generasi muda Indonesia, khususnya di daerah terluar”, Ujar Billy Mambrasar.

Adapun data menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan usia di sektor pertanian, dimana Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani per 2019 mencapai 33,4 juta orang. Adapun dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 8% atau setara dengan 2,7 juta orang. 

Menurut Billy Mambrasar, ini yang membuat Presiden Jokowi menaruh perhatian penuh kepada peningkatan jumlah anak muda Indonesia di sektor Pertanian, sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. Ini dilakukan untuk mewujudkan regenerasi petani dalam rangka memperkuat ketahanan Pangan Indonesia dalam jangka panjang. 

Sejak pengangkatannya sebagai Staf Khusus Presiden RI di tahun 2019, salah satu dari 5 program kerja utama Billy Mambrasar adalah pelatihan petani muda, dengan kemitraan bersama dengan Program Petani Milenial. Hingga tahun 2022, dengan bermitra bersama berbagai ekosistem anak muda Indonesia, dan Kementerian Pertanian RI, pergerakan ini telah menjangkau hingga 1 juta anak muda di sektor pertanian. (**/red/tim

×
Berita Terbaru Update