Notification

×

Iklan

Iklan

Erni Benu dengan Kista Ovarium, Kisah Pilu dan Perjuangan Hingga Mendapat Pertolongan dari YBKM

Minggu, 11 Juni 2023 | 8:20 AM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-06-11T00:21:43Z

 

Direktur YBKM Erna Manafe (paling kanan) Erni Benu ( kedua dari kanan) paisen yang sembuh dari kista ovarium, didampingi tim relawan Ongky ( paling kiri) dan Nori (baju merah) di rumah singgah Ruang Berbagi Kasih.

Kupang,Timorexotic.com|| Setelah 4 tahun penuh perjuangan melawan kista ovarium, Erni Yulita Benu (26), seorang warga Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin, TTS, NTT, akhirnya dapat kembali pulang dengan rasa syukur setelah mendapat bantuan dari Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM). Selama 10 bulan, YBKM membantu Erni dalam proses pengobatan dan operasi yang berhasil mengakhiri penderitaannya.


Erni membagikan kisah pilu yang telah ia alami sejak tahun 2018. Penderitaan ini dimulai setelah ia melahirkan anak pertamanya, yang kini berusia 4 tahun. Selama 4 tahun itu, Erni hanya berobat di polindes dan tidak pernah dapat memeriksakan diri di rumah sakit karena keterbatasan biaya. Hal ini disampaikan Erni saat dijumpai media ini di pada Sabtu,10 Juni 2023.


Namun, nasib Erni berubah saat salah seorang pendeta di wilayah tersebut mendengar tentang penderitaannya dan segera menghubungi Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM) yang berlokasi di Kabupaten TTS, NTT. YBKM, meskipun baru berdiri selama hampir 2 tahun, telah membantu 80 pasien dari berbagai daerah di Provinsi NTT.

Erni Yulita Benu pasien YBKM yang sembuh dari Kista ovarium.

Ketua YBKM, Erna Manafe, dan timnya segera menjemput Erni di gubuk kecilnya pada tanggal 27 Agustus 2022. Dengan dukungan dari YBKM, Erni mendapatkan perawatan medis, tempat tinggal, dan biaya pengobatan yang ditanggung oleh yayasan tersebut.


Erna Manafe menjelaskan bahwa selama satu minggu setelah penjemputan, Erni masih harus mengurus administrasi seperti KTP, KK, dan BPJS. Setelah 2 minggu, BPJS pasien tersebut akhirnya aktif pada tanggal 3 Agustus 2022, dan Erni dibawa ke IGD RS Siloam Kupang.


Di RS Siloam, Erni menjalani pemeriksaan dan pada tanggal 3 Oktober 2022, ia menjalani operasi. Hasil operasi menunjukkan bahwa kistanya berada pada stadium 1C, dengan cairan sebanyak 40 liter dan daging kista seberat 9 kg. Sebulan kemudian, hasil biopsi menyatakan bahwa kista ovarium tersebut mencurigakan dan kemudian Erni dirujuk ke RS Yohanes untuk menjalani kemoterapi dari November 2022 hingga Februari 2023. Setelah itu, ia memasuki tahap pemulihan dari Maret hingga Juni, dan semua operasi dan pemeriksaan dokter menunjukkan hasil yang normal.


Ketua YBKM, Erna Manafe, menjelaskan bahwa meskipun dokter menyatakan sembuh, YBKM tetap mengawal dan memberikan fasilitas kepada Erni. YBKM juga menyediakan pendamping bagi pasien tersebut.


Mengenal lebih dalam Yayasan Berbagi Kasih Mulia, salah satu yayasan di Nusa Tenggara Timur yang terus berjuang mencari kesembuhan bagi masyarakat yang membutuhkan.


Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM) baru berdiri hampir 2 tahun, namun telah membantu 80 pasien dari berbagai daerah di Propinsi NTT yakni; Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang,Kota Kupang, TTU, Malaka, Belu, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka, Lembata, Bajawa dan Kabupaten Rote Ndao.


Dan saat ini Yayasan Berbagi Kasih Mulia menyewa 3 unit Rumah ditempat yang berbeda untuk Rumah Singgah Pasien yakni 1 Rumah Singgah di dekat RSU Siloam Kupang, untuk pasien anak-anak yang beralamat di Jl.R.W Monginsidi,Kelurahan Fatululi,Kecamatan Oebobo,Kab.Kota Kupang-NTT.


Satu unit lagi di dekat RSUD Johannes Kupang untuk pasien dewasa yang beralamat di Jl C Kota Dia,RT 01/RW 01 Kelurahan Nunleu,Kec. Kota Raja,Kab. Kota Kupang. Selain itu, satu unit lagi di Denpasar berdekatan dengan RSUP Sanglah, untuk pasien yang dirujuk ke Bali dan berobat disana, beralamat di Jl Pulau Kawe Gang Kartika No.5 Pedungan Denpasar Selatan.


Untuk kendaraan operasional antar jemput pasien menggunakan mobil pribadi milik Ketua YBKM. Mobil pribadi itu digunakan untuk antar jemput pasien yang kontrol atau sehabis rawat inap, bahkan pasien baru yang dijemput ke kampung-kampung yang membutuhkan bantuan YBKM.


"Di Rumah Singgah Fatululi ada 7 pasien anak dan pendampingnya 7 orang total 14 orang. Di Rumah Singgah Nunleu 5 pasien dewasa dengan pendamping 5 orang total 10 orang. Di Rumah Singgah Denpasar 5 pasien anak dengan pendampingnya 5 orang total 10 orang. Pasien yg wajib nginap di rumah singgah yakni pasien yg kontrol rutin sebulan 4 sampai 5 kali di RS," jelas Erna Manafe Direktur YBKM.


Selama ini kata Erna Manafe, YBKM membantu pengobatan bagi pasien yang menderita sakit seperti; Tumor Mandibula, Hidrosefalus, Tumor Tiroid, Cerebral Palsy, Atresia Ani, Pembengkakan Limpa, Gizi Buruk Marasmus, Jantung Bocor Bawaan, Tumor Otak, Kista Ovarium, Tumor Teratoma, Thalasemia, Global Delay, Tumor Usus, Tumor Selaput Darah dan penyakit lainnya. 


*(Nixon Tae)


×
Berita Terbaru Update