Notification

×

Iklan

Iklan

Cakades Babotin Selatan Desilmus Silminggus, Ingin Menjadikan Desa Babotin Selatan Sebagai Desa Wisata Budaya

Rabu, 02 November 2022 | 6:24 PM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-01-12T18:00:11Z

Malaka, Timorexotik.com|| Ketua Forum Solidaritas Alumni Ikatan Mahasiswa/i Dawan R (Forsa-Imadar) Malaka, Desilmus Silminggus Bau, S. Pd temui Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (Panlak Pilkades) di Kantor Desa Babotin Selatan untuk lakukan pendaftaran dan atau registrasi diri sebagai salah Bakal Calon (Balon) Kepala Desa yang akan ikut bertarung dalam ajang pemilihan kepala Desa serentak di Kabupaten Malaka, khususnya di Dapil 3, yakni di Kecamatan Boten Leobele.

Pantauan media di lokasi pada, Senin (01/11/22), kedatangan Ketua Forsa-Imadar Malaka ke sekretariat pendaftaran sudah dibekali dan sekaligus mengantongi diri dengan misi perjuangannya yang akan digenjot bersama masyarakat. Misi perjuangannya itu seutuhnya berpihak kepada masyarakat. Hal itulah yang menjadi dasar pijakan untuk ikut bertarung dalam subsesi pilkades, yang akan digelar pada 09 Desember 2022 mendatang.

Dikatakannya kedepannya segala sesuatu itu akan terjadi tentu tidak terlepas dari pada kebersamaan dan semangat gotong royong.

"Sekarang ini kalau berbicara soal pembangunanya, kita punya visi misi tidak bisa dipakai, nanti tidak bersentuhan langsung dengan apa yang diinginkan masyarakat. Karena segala sesuatu yang akan dilakukan ditingkat desa harus berawal dari pertemuan-pertemuan. Jadi, melalui pertemuan tersebut aspirasi masyarakat akan ditampung, dipilah, ditimbang lalu dieksekusi dengan menggunakan pagu anggaran yang ada," ujar Desilmus.

Dikatakan Mantan Ketua Bidang Pendidikan IMADAR Periode 2007/2008 itu, musyawarah yang dibangun bersama masyarakat itu, diantaranya Musyawarah ditingkat dusun (Musdus), Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan ditingkat Desa (musrenbangdes). 

"Jika demokrasi dalam musyawarah tersebut sudah diraih, maka segala sesuatu yang dibicarakan akan dibawa ke tingkat kecamatan untuk didiskusikan melalui Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan ditingkat Kecamatan, atau yang dikenal dengan istilah (musrenbangcam)," katanya.

Menurut Desilmus, terdapat program-program tertentu misalkan jika dirinya berhasil dalam Pilkades ini, ia bersama masyarakat akan menyulam wajah desa ini menjadi desa wisata budaya. 

Masih dengan impian yang sama, Ketua Forsa-Imadar Malaka itu menjelaskan, pihaknya akan melakukan musyawarah dusun (musdus) bersama masyarakat, lalu menggerakkan masyarakat untuk lakukan bakti sosial disetiap hari sabtu ± satu jam.

"Saya akan melibatkan semua stakeholder yang dalam hal Ini pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk lakukan bakti sosial di ruang lingkup pemerintah Desa Babotin Selatan," terangnya.

Dikatakan Desilmus, melalui program Sabtu Bersih tersebut akan mendikan Desa Babotin Selatan menjadi desa yang rindang akan Cemara India dan Bonsai Konio di sepanjang ruas jalan kiri dan kanan. 

"Disetiap ruas jalan akan dihiasi dengan tanaman Bonsai Konio. Tak hanya itu, cemara merah pun akan dibudidaya diantara tanaman bonsai Konio, mungkin dengan jarak ± 10 cm. Sehingga dari situ istilah desa pariwisata akan nampak," bebernya.

Adapun juga hal lain yang akan diperhatikan dari segi budaya. Saat ini, ada beberapa Suku Besar yang mendiami Desa Babotin Selatan yakni, Suku Seus dan Suku Kapitan. Disetiap rumah suku, akan dibangun pagar pembatas sebagai tameng untuk menanggulangi ternak warga yang berkeliaran disekitar rumah suku tersebut. 

"Ini bukan janji, tapi satu harapan supaya situs-situs budaya yang ada di wilayah Babotin Selatan ini bisa dilestarikan, dijaga kesakralannya, terutama tempat-tempat yang memiliki sejarahnya tersendiri, contohnya Mesbah (orang Dawan menyebutnya BAHANI), yang dibangun didepan rumah adat atau rumah suku. Dari situlah baru kita ketahui kesakralan rumah adat yang kita geluti selama ini," urainya. 

Lanjutnya, dari segi ekonomi kreatif dirinya bersama masyarakat akan mengeksekusi program-program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Hal itu akan diupayakan supaya pendapatan dari masyarakat tetap ada. Dirinya akan memberikan pendampingan bagi masyarakat untuk bercocok tanam.

"Saya lihat peluang dari bidang perkebunan yakni bagaimana cara jahe sari merah dengan porang. Misalkan porang sekarang bibitnya Rp. 60.000/Kg itu bisa menghasilkan 200 pohon untuk ditanam. Kalau misalkan kita tanamkan 100 ribu dikalikan saja dengan 200. Kalau misalkan dalam tempo tiga tahun satu pohon itu dalam satu tahu 3 kg dan harga jual per kg Rp 15.000, ya satu pohon Rp 45.000 itu dia masuk dalam program kerja jangka pendek, jangka menengah dan sekaligus program jangka panjang," jelasnya. 

Disampaikan Ketua Forsa, dirinya termotivasi untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala desa karena melihat kondisi wilayah Desa Babotin Selatan yang selama ini mungkin kurang diperhatikan pemerintah, bukan hanya pemerintah desa tetapi dari pemerintah daerah sampai dengan pemerintah pusat oleh karena keterbatasan akses komunikasi terutama kenalan dengan pihak-pihak tertentu, dan disisi lain ketertinggalan masyarakat dari segi kebutuhan air bersih, sandang, pangan dan papan.

"Kita semua ini taat aturan taat hukum apa yang dikeluarkan dari pemerintah berdasarkan aturan atau regulasi kita taat dan bagi saya segala sesuatu tidak ada kesulitan bagi saya. Apapun kesulitan kalau kita berpikir sulit maka semua tidak akan bisa, kalau kita berpikir gampang maka kita akan cari solusi," tandasnya.

Untuk pilkades ini adalah persoalan demokrasi, sambungnya, beda pilihan sehingga para pendukung saya mari kita memberi dalam pelajaran politik yang dinamis, subjektif dan objektif. Tidak perlu saling menjatuhkan, saling menjelekkan dan saling menghujat satu sama lain. Sebab, kita semua berjalan atas asas demokrasi. Payung demokrasi itulah yang menjadi junjungan kita dalam berpolitik, tutup Desilmus Bau, Mantan Ketua BPD Babotin Selatan itu.

Untuk diketahui, selain Desilmus Silminggus Bau, S. Pd ada juga beberapa anggota Forsa Malaka yang ikut dalam perhelatan politik tahun ini, diantaranya: Maksimus Un, S. Pd (Bakal Cakades Tesa), Jhony Matbes, S. Pd (Bakal Cakades Naisau), Noldivikis Bouk, S. Pd (Bakal Cakades Tunmat), Marselo A. Nana, S. Pd (Bakal Cakades Bonibais), Blasius Bouk, S. Pd (Bakal Cakades Naibone) serta beberapa orang lainnya yang tak sempat disebutkan nama satu per satu.*

×
Berita Terbaru Update