Notification

×

Iklan

Iklan

Pesparani Katolik II Dibuka dan NTT Akan Menjadi Tuan Rumah Pesparani Tingkat Nasional di Bulan Oktober

Senin, 05 September 2022 | 11:03 AM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-01-12T17:53:00Z
Tengah Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Potokota, Pr, kanan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr dan kiri Uskup Atambua, Mgr/Dok: Istimewa//

Kupang, Timorexotik.com|| Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Ke-II Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, resmi dibuka dengan misa yang dipimpin oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Potokota, Pr, menjadi konselebran utama dalam Misa Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Peparani) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berjalan lancar dan meriah di aula St. Maria Immaculata, Kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Minggu (04/09/22).

Perayaan Ekaristi tersebut didampingi Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr dan Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., serta puluhan imam konselebran. 

Hadir pula pada misa pembukaan itu Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc, Ph.D, Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi, Sekda NTT, Ketua DPRD NTT, Penjabat Wali Kota Kupang, Bupati dan Wakil Bupati TTU, Bupati Rote Ndao, Bupati TTS, Bupati Manggarai Timur.

Ketiga Uskup bersama Wakil Gubernur NTT, Sekda NTT, Ketua DPRD NTT, para Bupati yang hadir dan Ketua LP3KN dan Ketua Panitia/Dok:Nixon Tae//
Provinsi NTT juga mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparani Tingkat Nasional pada tangal 28 Oktober - 31 Oktober 2022 yang akan diikuti ribuan peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. 

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta Pesparani agar menjaga semangat persaudaraan serta menjunjung toleransi dalam kebhinekaan. "Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, Saya mengucapkan selamat datang bagi seluruh peserta untuk melaksanakan Pesparani II Tingkat Provinsi NTT di Kota Kupang. Mari kita ikuti perlombaan ini dengan hati yang riang gembira dan menjaga persaudaraan serta kebersamaan umat katolik dan juga menjunjung nilai toleransi antar umat beragama dalam kebhinekaan kita," ujar Wagub Nae Soi.

Wagub NTT melanjutkan bahwa, Pesparani tersebut merupakan kolaborasi komprehensif dan integral. Oleh karena itu bukan saja bernyanyi untuk menjadi pemenang dan saling mengalahkan tetapi bernyanyi untuk bergembira dan ini juga dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur bagi Tuhan. Pada bulan oktober nanti NTT akan menjadi tuan rumah Pesparani Tingkat Nasional.

"Mari kita tunjukan bahwa melalui Pesparani maka NTT memiliki misi untuk menyebarkan toleransi di bumi nusantara. Jadikanlah NTT sebagai contoh toleransi bagi provinsi yang lain," ucap Wagub Nae Soi.

Pada kesempatan tersebut juga, berdasarkan Laporan Ketua Umum Panitia Pesparani Katolik II Provinsi NTT tahun 2022 Drs. Sinun Petrus Manuk menjelaskan Lomba Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi NTT Tahun 2022 terdiri dari Lomba Paduan Suara, Lomba Mazmur, Lomba Cerdas Cermat Rohani dan Lomba Bertutur Kitab Suci yang secara teknis dibagi dalam 13 mata lomba yang diselenggarakan dengan dua metode berbeda yakni Metode Luring (luar jaringan/tatap muka/offline) dan Metode Daring (dalam jaringan/Rekaman).

"Dengan pembagian sebagai berikut : a. Mata lomba yang digelar dengan Metode Luring (luar jaringan/tatap muka/offline) adalah : 1) Paduan Suara Dewasa Campuran; 2) Mazmur Anak; 3) Mazmur Remaja; 4) Mazmur OMK; 5) Mazmur Dewasa; 6) Cerdas Cermat Rohani Anak; 7) Cerdas Cermat Rohani Remaja; 8) Bertutur Kitab Suci. Sementara untuk Mata lomba yang digelar dengan Metode Daring (dalam jaringan/rekaman) adalah 1) Paduan Suara Anak; 2) Paduan Suara Remaja Gregorian; 3) Paduan Suara OMK Campuran; 4) Padua Suara Dewasa Wanita; dan 5) Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian," jelas Petrus.

Para Peserta Kontingen dari 21 Kabupaten/Kota dan 20 Kabupaten diantaranya Kabupaten Sumba Timur (34 orang), Sumba Tengah (8 orang) , Sumba Barat (6 orang), Sumba Barat Daya (4 orang), Flores Timur (54 orang), Sikka (34 orang), Ende (50 orang), Ngada (37 orang), Manggarai Timur (45 orang), Manggarai (30 orang) , Manggarai Barat (5 orang), Alor (50 orang), Lembata (44 orang), , Sabu Raijua (38 orang), Rote Ndao (39 orang), TTS (52 orang), TTU (41 orang), Belu (14 orang), Malaka (40 orang), Kabupaten Kupang (36 orang), dan Kota Kupang (46 orang). Sedangkan pada Pesparani kali ini Kabupaten Nagekeo tidak ikut ambil bagian sebagai peserta. 

Dari setiap cabang lomba yang mendapatkan juara 1 akan mewakili NTT dalam ajang Pesparani Nasional 2022. 

Kegiatan Pesparani Katolik II Provinsi NTT tahun 2022 ini digelar pada 04 - 07 September 2022 dan dilaksanakan di beberapa lokasi diantaranya Kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Aula Serba guna Sta. Maria Immaculata, Auditorium St. Paulus, dan Ballroom St. Hendrikus Lt. 4 Gedung Rektorat), Aula Gereja Sta. Maria Assumpta Kupang, dan Aula Gereja St. Yoseph Naikoten 2 Kupang. 

Dana untuk Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi NTT sebesar 2 milyar dengan rincian, 1,3 milyar untuk pelaksanaan Pesparani, 700 juta digunakan untuk persiapan NTT menuju Pesparani Nasional.  (TE) 



×
Berita Terbaru Update