Notification

×

Iklan

Iklan

Penjabat Wali Kota Minta Masukan Pimpinan Lembaga Keagamaan Untuk Pembangunan Kota Kupang

Sabtu, 03 September 2022 | 4:55 PM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-01-12T17:53:06Z

Kupang, Timorexotik.com|| Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, melakukan kunjungan silahturahmi ke para pimpinan lembaga keagamaan di kediaman mereka masing-masing, Rabu (31/8). Para pimpinan lembaga keagamaan yang ditemui antara lain; Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, H. Muhammad, MS dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, I Wayan Wira Susana. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang dalam kunjungan tersebut, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Djoni D. Bire, SH dan SKS Bina Mental Spiritual pada Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan L. Mila Meha, S.STP, MM. 

Kepada para pemimpin lembaga keagamaan, Penjabat Wali Kota memastikan tekadnya untuk menyelesaikan urusan sampah dalam waktu 2 bulan dan menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia. Salah satu titik yang mendapat perhatian serius soal sampah adalah pasar-pasar tradisional. 

Dia menuturkan beberapa hari lalu telah turun bersama Forkopimda Tingkat Kota Kupang untuk meninjau langsung kondisi pasar dan memberikan imbauan, terutama untuk penjual yang menggunakan badan jalan sehingga menghambat akses masuk kendaraan ke pasar. Menurutnya imbauan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh petugas gabungan dari PD Pasar, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kebersihan dan Dinas Perhubungan Kota Kupang yang dini hari kemarin langsung melakukan penertiban di pasar. 

Sebagai atlet kempo yang sudah terlatih disiplin, George mengaku ingin memberi bukti dengan karya nyata. Selain menyorot soal kebersihan dia juga telah memerintahkan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mendata jalan-jalan lingkungan yang rusak untuk segera diperbaiki dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Kupang juga menurutnya akan menggandeng Karang Taruna di setiap kelurahan untuk mendukung gerakan kebersihan lingkungan. Bahkan menurutnya dalam waktu dekat akan dilaunching ‘gerakan masuk got’ bagi seluruh ASN Pemkot Kupang bersama masyarakat, untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan akibat penyumbatan drainase karena penumpukan sampah. Dia juga akan menggerakkan seluruh ASN Pemkot Kupang, baik PNS maupun PTT yang berjumlah kurang lebih 7 ribuan orang, setiap hari meluangkan waktu memungut sampah plastik, 15 menit sebelum jam masuk kantor dan 15 menit sebelum jam pulang kantor. 

Terobosan-terobosan yang disampaikan Penjabat Wali Kota disambut baik dan mendapat dukungan positif dari para pimpinan lembaga keagamaan. Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang menilai kondisi Kota Kupang saat ini sudah mulai baik, karena itu upaya pembangunan harus dilanjutkan. Namun dia mengingatkan agar dalam menjalankan tugasnya Penjabat Wali Kota harus memperlakukan semua orang sebagai saudara dan saudari, supaya kerukunan tetap terjalin dan Kota Kupang bisa terus maju. Tentang kebersihan, Uskup menyarankan pengembangan eko enzim yang memanfaatkan limbah rumah tangga seperti sisa makanan dan sayuran, yang dapat diolah menjadi cairan pembersih rumah tangga alami, antiseptik alami, menghilangkan bau tidak sedap dan mengolah limbah air. Selain soal kebersihan Uskup juga memberi catatan tentang perbaikan jalan-jalan lingkungan untuk mempermudah akses transportasi warga. 

Sementara itu, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS memastikan dukungan penuh atas program-program terobosan yang sedang diperjuangkan oleh Penjabat Wali Kota Kupang.  Bahkan menurutnya pihaknya sudah meneruskan informasi dan imbauan Penjabat Wali Kota Kupang tentang penanganan sampah dan  stunting kepada  Imam-Imam Masjid untuk diumumkan kepada jemaah sebelum sholat Jumat dimulai. Senada dengan Penjabat Wali Kota Kupang, Ketua MUI juga mengakui kebersihan di pasar harus menjadi prioritas. 

Dukungan kepada Penjabat Wali Kota Kupang juga disampaikan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, I Wayan Wira Susana. Menurutnya upaya penanganan sampah dan stunting merupakan program luar biasa, karena kebersihan merupakan bagian dari iman dan dengan menekan angka stunting masa depan generasi muda dipastikan lebih baik. 

Ditemui di kediamannya di wilayah Kelurahan Liliba, I Wayan juga menyampaikan beberapa catatan kepada Penjabat Wali Kota Kupang. Salah satunya adalah soal kemacetan di Jembatan Liliba yang makin parah, sehingga perlu segera dicarikan solusi untuk mengurai kemacetan.  Sebagai salah satu pelaku usaha di bidang farmasi, dia juga menawarkan peluang kerja sama dengan negara tetangga Timor Leste, untuk menyuplai obat-obatan yang selama ini didatangkan langsung dari Jawa dan Australia dengan biaya pengiriman yang lebih tinggi. Menurutnya Pemkot Kupang bisa menjalin kerja sama di bidang farmasi yang bisa mendatangkan peluang peningkatan PAD bagi daerah. *PKP

×
Berita Terbaru Update