Notification

×

Iklan

Iklan

Wakili Indonesia Putra dan Putri NTT Dalam Pemilihan Mister dan Miss Petite Global Internasional

Rabu, 10 Agustus 2022 | 7:09 AM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2022-08-09T23:09:09Z
    Foto: Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno          Laiskodat dan Wakil Maria Nai Soi Djogo          bersama  Rudolof dan Ayu Mister & Miss              Petite Global internasional 2022//

Kupang.Timorexotik.com|| Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat terus memberi ruang bagi generasi muda NTT untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki pemuda-pemudi Nusa Tenggara Timur, untuk bisa bersaing di kanca nasional bahkan internasional.

Menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena pada tahun ini putra-putri asal NTT mewakili Indonesia dalam ajang pemilihan Mister dan Miss Petite Global Internasional 2022 di Kuala Lumpur. Perlombaan itu diselenggarakan pada tanggal 04-07 Agustus 2022. 

Demikian disampaikan Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat yang didampingi wakil ketua Dekranasda NTT, Maria Nai Soi Djogo saat jumpa pers di aula kantor Dekranasda NTT. Bersama kedua putra-putri asal Kabupaten Sumba yang mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Selasa,09/08/22. 

“Untuk Dekranasda sendiri saya lebih ke bagaimana memberi peluang-peluang kesempatan, panggung-panggung maupun jaringan untuk supaya salah satu yang mau kita angkat itu adalah sumber daya manusia, melalui putra-putri kita yang berprestasi. Karena dulu, awalnya saya tahu sebelum saya menjabat sebagai ketua Dekranasda, banyak sekali ajang-ajang nasional maupun ingternasional yang judulnnya adalah perwakilan dari NTT tetapi peserta yang diambil rata-rata bukan dari NTT sendiri," ungkap Julie.   Kain Tradisional Dari Semua Daerah di NTT 

Dikatakannya bahwa, masih banyak putra-putri yang ada di desa-desa yang belum mendapat kesempatan dalam menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki untuk terlibar dalam ajang-ajang pemilihan baik di asional maupun internasional. Dengan strategi potensial yang digunakan oleh Julie Laiskodat ini telah memberikan peluang bagi putra-putri daerah untuk bisa kembangkan bakat dan minat di panggung berprestasi baik nasional maupun internasional. 

"Banyak anak-anak kita di Desa yang belum punya kesempatan. Mereka memiliki potensi, hanya kesempatannya yang tidak ada,” ungkap Julie.

Ia menjelaskan bahwa, pada tahun 2019 telah diadakan pemilihan putra-putri NTT yang diikuti 44 peserta putra-putri dari 22 Kabupaten/Kota di NTT. Dalam pemilihan itu semua mendapatkan gelar sesuai dengan kemampuan yang di nilai oleh para juri saat mengikuti proses penilaian mulai dari Karantina hingga malam grand final. 

Hampir semua putra-putri yang mendapatkan gelar itu akhirnya di bagi ke semua OPD yang ada sesuai dengan gelar yang didapatkan. Yang menjadi cita-cita besar dari Julie Sutrisno Laiskodat adalah mempersiapkan putra-putri NTT itu untuk mengikuti ajang-ajang bergengsi di tingkat nasional maupun internasional ketika ada event yang berkaitan dengan gelar-gelar yang telah didapat.

Adapun putra dan putri daerah yang memiliki kemampuan luar biasa di bidangnya masing-masing yang telah mengikuti perlombaan di tingkat daerah namun belum punya kesempatan di tingkat nasional atau internasional maka di rekrut oleh Dekranasda NTT untuk mengikuti perlombaan-perlombaan sesuai yang dibutuhkan untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada di bumi flobamorata ini. 

Lebih lanjut disampaikan Franklin Rudolof Ngere Kalumbang, salah satu putra terbaik dari pulau Sumba yang sudah mengharmkan nama Indonesia di tingkat Internasional dalam pemilihan Mister Petite Global Internasional 2022. 

Sebelumnya Franklin Rudolof merupakan pemenang putra pariwisata 2022, dalambajang pemilihan putra-putri pariwisata 2021 yang diadakan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Ayu Munandar Alam, Miss Petite Global Indonesia 2022. Ada pun gelar yang didapatkan adalah di Kuala Lumpur 1) First runner Up Best nasional costum, 2) Best Evening Gown. 3) Fourth runner Up Miss Petite Global Internasional 

“Untuk Nasional Kostum sendiri disediakan oleh DEKRANASDA dan dibuat sepasang. Dan hampir semua kostum dari Kabupaten Kota sudah disediakan, sehingga semua Putra Putri akan pakai yang berbeda-beda,” beber Rudolof. 

Kedua pemuda asal Kabupaten Sumba Barat Daya itu berkomitmen untuk ketika kembali ke kampung halaman, mereka akan bekerja sama dengan pihak pemerintah dan semua orang yang menjadi pendukung bagi mereka. Untuk terus mempromosikan Kebudayaan yang ada di NTT bahkan di Indonesia di media sosial dan tetap menjaga kebudayaan yang ada di bumi nusantara ini. 

Ayu Munandar Alam, Miss Petite Global Indonesia 2022, menyampaikan bahwa ketika di saat penilaian dalam perlombaan di Kuala Lumpur, mereka mengenakan pakaian tradisional yang dimiliki NTT. Dengan kostum yang dilihat unik oleh semua juri maka Ayu dan Rudolof selalu dimintai untuk berdiri menjelaskan kostum yang dikenakan mereka itu. (* red. 


×
Berita Terbaru Update