Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Belu Hadiri Ritual Adat Mot Hisik di Sadan Tae Bere Holsa

Senin, 12 Desember 2022 | 2:20 PM WIB | Di Baca 0 Kali Last Updated 2023-01-12T17:56:08Z

Lamaknen, Timorexotik.com|| Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM bersama Pimpinan OPD dan Anggota DPRD Kabupaten Belu menghadiri Ritual Adat "Mot Hisik" di Sadan Tae Bere Holsa di Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Jumat (9/12/2022).

Pemberkatan Kembali Sadan Duarato atau Tae Bere Holsa dihadiri oleh Loro Lamaknen dan Para Nai Dasa Rai Lamaknen serta masyarakat adat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Belu mengucapkan terima kasih kepada Loro dan para Nai yang sudah mengundang Pemerintah untuk hadir menjadi pembicara di Pemugaran Sadan Duarato di wilayah Kenaian Duarato. 

"Terima kasih atas undangan dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang disampaikan oleh Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Dasa Rai Lamaknen untuk datang menghadiri Pemugaran Sadan Duarato," ungkap Bupati Belu.

Lanjutnya, Pemerintah sangat menghormati, menghargai dan mendengar masukan dari masyarakat terkait tatanan adat yang ada.

"Sejarah, struktur adat, lembaga adat dan tatanan adat yang berjalan di Dasarai Lamaknen,  Pemerintah selalu mendukungnya. Bersama Pemerintah kita akan bersinergi membangun masyarakat adat supaya lebih baik kedepan," sebut Bupati Belu.

Ia juga mengatakan, kedepan Pemerintah siap memfasilitasi pertemuan tokoh-tokoh adat di Dasarai Lamaknen untuk membicarakan Peraturan Daerah terkait dengan kelembagaan adat yang ada di Dasarai Lamaknen dan seluruh wilayah Kabupaten Belu untuk ditempatkan pada posisi yang terhormat. 

"Pemerintah sangat mendukung Program Loro Lamaknen untuk menata kembali lembaga adat yang ada di Dasarai Lamaknen. Salah satunya yakni penghijauan kembali lahan-lahan yang sudah gundul untuk menghindari terjadinya bencana longsor," ujar Bupati 

Bupati Belu juga menyampaikan rasa hormat kepada seluruh masyarakat di wilayah Dasarai Lamaknen yang sudah mengundang pemerintah untuk ikut menyaksikan ritual adat Mot Hisik Sadan Duarato.

"Sekali lagi kami merasa terhormat diundang kesini untuk menjadi pembicara. Mudah-mudahan kedepan Pemerintah, masyarakat dan gereja bersama-sama membangun Kabupaten Belu, supaya cita-citakan untuk mewujudkan masyarakat Belu yang Sehat, Berkarakter dan Kompetitif bisa terlaksana," pungkas Bupati Belu.

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu menyerahkan bantuan hibah senilai 25 Juta Rupiah yang diserahkan langsung oleh Bupati Belu kepada Nai Duarato Yosef Mau Leon. Bantuan ini dihibahkan kepada Lembaga Adat Kenaian Duarato, guna merenovasi Sadan Duarato.

Ikut hadir, Camat Raimanuk, Camat Raihat, Camat Lamaknen, Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, Kepala Desa Tohe, Para Nai se-Dasarai Lamaknen, utusan dari Fialaran, dan masyarakat Kenaian Duarato. 

Nai Duarato, Yosef Mau Leon mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Belu, Anggota DPRD Kabupaten Belu, para Pimpinan OPD, Loro Lamaknen dan Nai se-Dasarai Lamaknen yang hadir dalam Ritual adat Mot Hisik Sadan Duarato. 

"Pertama-tama kami atas nama masyarakat kenaian Duarato mengucapkan terima kasih atas kehadiran kita semua dalam acara Ritual Adat Mot Hisik dalam Pemugaran Sadan Duarato," ucap Nai Duarato di Sadan Taebere Holsa, Jumat (9/12/2022).

Diceritakan kembali oleh Nai Duarato, bahwa pada tahun 1948 kampung adat ini menjadi lautan api. Sehingga oleh masyarakat adat setempat kembali secara bertahap membangun Sadan Duarato yang kita lihat saat ini. 

"Oleh karena itu, sesuai tradisi atau budaya yang kita kenal dengan istilah "Lobot Hisik Gujel Pele", dan bersama tatanan adat yang ada kami sudah melakukan pendinginan kampung adat ini," ujar Nai Duarato.

Ia menjelaskan, kegiatan awal pembangunan dimulai dengan memohon restu para leluhur yang dimakamkan di Bukit Taebere, juga yang dimakamkan di sadan ini. Kemudian dilaksanakan perdamaian antara 12 suku yang berada di Duarato, dengan 2 suku lainnya di Timor Leste.

"Kami bangun kampung adat ini secara tradisional, pertama adalah Umametan Purbelis dan Umamane Sobawai Oeleu. Setelah itu dilanjutkan dengan membangun Maligatal Lianain sebagai Dato," jelas Mau Leon. 

Ia menambahkan, beberapa tahun lalu ada uluran tangan dari Kemendikbud RI melalui Dirjen Kebudayaan, sehingga bisa dibangun tambah 4 buah rumah adat di Duarato.

"Saat ini sudah ada 7 rumah adat yang dibangun dan sisanya masih dalam perundingan. Kami mohon dukungan dari Pemerintah agar turut ambil bagian di dalam pelestarian dan pembangunan kampung adat ini," pinta Nai Duarato. (prokopimbelu)


×
Berita Terbaru Update